Pertagas terus melakukan ekspansi infrastruktur untuk menjawab dinamika kebutuhan industri:
- Sumatra Utara: Pengoperasian Pipa Arun-Belawan dan ekstensi Sei Mangkei guna menyuplai gas ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
- Jawa Barat & Jakarta: Proyek Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang sepanjang 96 km untuk memangkas biaya logistik dan emisi distribusi darat.
- Aceh: Revitalisasi fasilitas LNG Arun guna memperkuat pasokan listrik dan industri di wilayah Serambi Mekkah.
“Integrasi dan pengembangan jaringan pipa nasional memastikan penyaluran energi yang fleksibel, efisien, dan merata untuk menjawab dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tambah Indra.
Baca Juga: Napas Baru di Jalur Pipa Sei Mangkei, Pertagas Dorong Daya Saing Industri Oleochemical
Rekor Kinerja dan Keselamatan Kerja
Sepanjang tahun 2025, Pertagas mencatatkan pertumbuhan operasional yang solid. Volume transportasi gas bumi melampaui 1.590 MMSCFD, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, transportasi minyak tumbuh 8 persen mencapai 174 ribu BOPD.
Prestasi ini dibarengi dengan kepatuhan tinggi terhadap aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Pertagas menyabet predikat Safety Bintang 5 dan Penghargaan Keselamatan Migas 2025 dari Kementerian ESDM. Secara tata kelola, perusahaan juga telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) demi menjaga integritas bisnis.
Menuju Indonesia Emas 2045
Menghadapi target dekarbonisasi nasional, Pertagas memposisikan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih untuk menurunkan emisi karbon. Langkah ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian ekonomi dan swasembada energi.






