URBANCITY.CO.ID – Perum perkebunan sawit PTPN IV Regional III kini meninggalkan pola pengelolaan kebun konvensional yang hanya mengandalkan pengalaman lapangan.
Dalam dua tahun terakhir, entitas ini memperkuat tata kelola on-farm berbasis data melalui metode trossen telling atau perhitungan bunga buah untuk mengawal estimasi produksi.
Hasilnya signifikan. Sepanjang 2025, akurasi perhitungan produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 96,77 persen dari total produksi 1,6 juta ton. Bahkan, realisasi produksi menyentuh 100,46 persen dengan angka deviasi yang sangat tipis, yakni hanya 0,46 persen dari angka yang diprognosakan.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bahwa validitas data menjadi kompas utama perusahaan dalam mengambil keputusan operasional.
Baca Juga: Produksi PKO PTPN IV Regional III Tembus 115 Ribu Ton, Digitalisasi Perkuat Tata Kelola
“Sepanjang 2025, akurasi trossen telling kami mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa, 24 Februari 2026.
Menghindari Kehilangan Momentum Panen
Bambang menjelaskan, trossen telling bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan parameter dasar untuk menyusun kebutuhan operasional hulu ke hilir. Data ini mencakup pengaturan tenaga kerja, material, hingga transportasi (Labor, Material, Transport, and Others/LMTO).




