URBANCITY.CO.ID – Pertamina Patra Niaga terus memacu optimalisasi operasional kilang sebagai strategi utama menjaga kedaulatan energi nasional.
Langkah ini ditempuh melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan efisiensi produksi serta menjamin standar keselamatan kerja yang tinggi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa optimalisasi merupakan keniscayaan untuk menghadapi tantangan teknis maupun manajerial yang kian kompleks.
Dengan kilang yang tangguh, Pertamina optimistis mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Kapal BBM dan LPG untuk Satgas Ramadan Idulfitri 2026
“Optimalisasi kilang adalah sebuah keniscayaan, seiring dengan berkembangnya zaman. Langkah ini harus dilakukan agar seluruh rangkaian produksi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga sesuai dengan perencanaan dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya,” ujar Roberth dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.
Inovasi RUVision dan Deteksi Bahaya Real-Time
Salah satu terobosan yang kini diandalkan adalah RUVision, sistem kamera pengawas berbasis AI yang telah diterapkan di Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai.
Berbeda dengan CCTV konvensional, RUVision memiliki fitur Human Detection yang mampu memantau kedisiplinan pekerja, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Teknologi ini juga dirancang untuk mendeteksi potensi bahaya secara real-time, mulai dari kemunculan asap, kebakaran, hingga kebocoran tangki.




