URBANCITY.CO.ID – Di tengah suasana khidmat di Jakarta, Minggu pagi tanggal 5 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto berkumpul dengan para pimpinan tertinggi TNI. Di depan lebih dari 8.000 prajurit yang hadir, ia menyampaikan pesan penting tentang masa depan tentara nasional.
Prabowo menegaskan bahwa prajurit-prajurit TNI layak mendapat pemimpin terbaik, dan senioritas bukanlah satu-satunya tolok ukur dalam memilih kepemimpinan internal.
“Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpunan tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas. Yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” kata
Presiden Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal M. Tonny Harjono.
Baca Juga: Percakapan Bocor Prabowo-Trump: Bisnis dan Diplomasi
Dalam pidatonya, Prabowo menggambarkan TNI sebagai garda terdepan dan benteng pertahanan terakhir negara. Ia menekankan bahwa kepemimpinan di tubuh TNI haruslah yang terbaik, dan semua pimpinan dari berbagai eselon harus terus membina diri serta memberi contoh yang baik.
Prabowo mengingatkan bahwa pemimpin TNI harus menjadi teladan, seperti filosofi Jawa “ing ngarso sung tulodo” yang berarti memberikan contoh di depan.
“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpunan ing ngarso sung tulodo, harus memberikan contoh di depan. Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya,” ujar Presiden Prabowo.




