URBANCITY.CO.ID – ASDP jaga konektivitas Papua Barat Daya lewat penyeberangan Sorong. Di ujung timur Indonesia, di mana laut bukan sekadar batas, melainkan urat nadi kehidupan, masyarakat Papua Barat Daya bergantung pada gelombang untuk menyambungkan keluarga, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.
Tanpa konektivitas penyeberangan yang kuat, wilayah 3T—tertinggal, terluar, terdepan—bisa terisolasi, memperlambat roda ekonomi dan sosial.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tampil sebagai penjaga pintu itu. Di Sorong, perusahaan pelat merah ini terus memperkuat layanan feri, memastikan kapal-kapalnya berlayar lancar dari Pelabuhan Klademak di Kota Sorong dan Pelabuhan Arar di Kabupaten Sorong.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak di Kota Sorong serta Pelabuhan Arar di Kabupaten Sorong merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memastikan keberlanjutan konektivitas wilayah.
Baca Juga: ASDP Siapkan Strategi Terpadu Hadapi Mudik Lebaran 2026 di Jalur Sumatera-Jawa-Bali
Ia menjelaskan bahwa layanan penyeberangan tidak semata-mata memindahkan penumpang dan kendaraan.
Lebih dari itu, layanan ini menjadi penghubung harapan masyarakat agar tetap terakses dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik, sekaligus memperkuat integrasi wilayah yang berdampak langsung pada perkembangan sosial dan ekonomi Papua Barat Daya.
ASDP Cabang Sorong mengelola 18 lintasan dengan empat armada andalan: KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia.




