URBANCITY.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026.
Program ambisius ini menargetkan sekitar 70 ribu peserta yang akan dibagi ke dalam tiga gelombang (batch) pelatihan sepanjang tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa seluruh biaya pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Langkah ini diambil untuk mempertajam kompetensi, produktivitas, hingga etos kerja angkatan kerja Indonesia, baik untuk menembus pasar kerja maupun berwirausaha.
“Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara gratis oleh pemerintah. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja atau berwirausaha,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Baca Juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Instruksikan Kibarkan Bendera Setengah Tiang 3 Hari
Prinsip Link and Match dengan Industri
Airlangga menekankan pentingnya keselarasan antara materi pelatihan dengan kebutuhan riil dunia industri. Dengan prinsip link and match, diharapkan kesenjangan keterampilan (skill gap) dapat ditekan seminimal mungkin.
“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” tambah Airlangga.
Pelatihan ini akan digelar serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UTP BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan Kemnaker di seluruh penjuru tanah air.




