URBANCITY.CO.ID – Faktor kesalahan manusia (human error) masih merajai penyebab kecelakaan lalu lintas dengan kontribusi mencapai 94 persen secara global.
Menghadapi tantangan tersebut, teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) kini hadir sebagai standar baru keselamatan aktif pada mobil modern untuk membantu pengemudi tetap waspada di tengah dinamika jalan raya yang kian kompleks.
ADAS bukan sekadar aksesori, melainkan sistem terintegrasi yang mengandalkan sensor, radar, dan kamera untuk memantau kondisi sekitar kendaraan secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk memberikan peringatan dini hingga intervensi terbatas guna mencegah benturan.
“Bagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif,” ujar Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca Juga: Honda e:N1 Meluncur di IIMS 2025: Mobil Listrik Pertama dengan ekosistem elektrifikasi lengkap
Mitigasi Titik Buta dan Kendali Dinamis
Salah satu peran krusial ADAS adalah mengatasi keterbatasan visibilitas melalui fitur blind spot detection. Fitur ini memberikan notifikasi instan saat ada kendaraan lain di area yang tidak tertangkap spion, memberikan waktu bagi pengemudi untuk membatalkan manuver berbahaya.
Selain itu, sistem ini membantu menjaga stabilitas berkendara saat arus lalu lintas berubah cepat. Dengan bantuan teknologi, akselerasi dan pengereman dapat dilakukan secara lebih halus, yang tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga kenyamanan saat perjalanan jarak jauh.




