URBANCITY.CO.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memulangkan sejumlah satwa endemik Papua yang menjadi korban upaya penyelundupan pada Februari lalu.
Menggunakan armada KM Sinabung, satwa-satwa dilindungi tersebut tiba di Pelabuhan Manokwari pada Senin malam, 9 Maret 2026, untuk dikembalikan ke habitat asalnya.
Rombongan satwa yang dipulangkan terdiri dari 10 ekor kanguru, 3 ekor kuskus, dan 4 ekor ular. Setibanya di Manokwari pukul 21.30 WIT, seluruh satwa tersebut langsung diserahterimakan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Manokwari untuk menjalani observasi sebelum akhirnya dilepasliarkan.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam memutus rantai perdagangan satwa liar ilegal melalui jalur laut.
Baca Juga: PELNI Perkuat Layanan Mudik Lebaran 2026: Pakai Teknologi Smartlock dan Kasur Anti-Bakteri
“Proses pengangkutan kembali satwa tersebut telah dilakukan melalui KM Sinabung dengan pendampingan oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah I Ternate bersama Polda Maluku Utara dan Polairud serta pengawalan dokter hewan untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga selama pelayaran,” ujar Ditto dalam keterangan tertulisnya.
Pengawasan Ketat di Atas Dek
Upaya pemulangan ini bermula saat kru KM Sinabung berhasil menggagalkan penyelundupan satwa tersebut pada 10 Februari lalu. Temuan ini langsung dikoordinasikan dengan pihak Karantina dan BKSDA Ternate.
Menurut Ditto, keberhasilan deteksi ini merupakan hasil dari penguatan tim pengamanan di atas kapal yang berkolaborasi dengan personel TNI AL.




