URBANCITY.CO.ID – Pemerintah mulai memanaskan mesin ekspor menuju Negeri Tirai Bambu. Kementerian Perdagangan resmi menggelar Kick-off Partisipasi Indonesia pada China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026, Jumat, 13 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk menyinergikan para pelaku usaha dan pemerintah dalam menangkap peluang besar di pasar Tiongkok yang kian terbuka.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai USD 67,03 miliar pada 2025.
Dengan tren pertumbuhan rata-rata 4,01 persen dalam lima tahun terakhir, CAEXPO 2026 dipandang sebagai gerbang strategis bagi produk agrikultur tropis hingga perikanan Indonesia.
Baca Juga: Kemendag Perkuat Ekosistem Desa BISA Ekspor di Sulawesi Selatan: Kakao dan Nilam Go International
“Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan pasar yang besar dan terus tumbuh. Pemulihan sektor manufaktur di Tiongkok memperbesar peluang produk agrikultur tropis, makanan dan minuman olahan, serta komoditas bernilai tambah dari Indonesia,” ujar Puntodewi di kantor Kemendag, Jakarta.
Inovasi AI dan Paviliun Digital
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, partisipasi Indonesia pada 17–21 September 2026 di Nanning nanti akan menonjolkan aspek teknologi.
Indonesia berencana menempati lahan seluas 2.000 m2 di Hall D5 dengan tiga pilar utama: Paviliun Komoditas, Paviliun City of Charm, dan Paviliun Artificial Intelligence (AI).
Puntodewi menyoroti peran Nanning sebagai pusat kolaborasi AI antara Tiongkok dan ASEAN. “Adanya China-ASEAN AI Innovation Center menjadi gerbang perdagangan fisik dan pusat data yang dapat mendukung transformasi digital di kawasan,” imbuhnya.




