URBANCITY.CO.ID – Industri perfilman nasional mencoba mendobrak dominasi genre horor dan drama. Kali ini, sebuah karya fiksi ilmiah (science fiction) bertajuk Pelangi di Mars siap menyapa penonton di momentum libur Lebaran mendatang.
Langkah berani sineas lokal ini mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, menilai film ini menjadi bukti kemajuan teknologi produksi film di tanah air.
Dalam acara intimate screening di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026, ia menyoroti penggunaan teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine.
Film ini menunjukkan keberanian sineas Indonesia untuk mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang selama ini masih relatif jarang digarap dalam perfilman nasional.
Baca Juga: Film “Pelangi di Mars” Hadirkan Standar Baru Sinema Anak dengan Visual Mars yang Spektakuler
“Selain itu, penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam proses produksinya juga menunjukkan bahwa industri film Indonesia mampu mengadopsi inovasi teknologi kelas dunia,” ujar Agustini Rahayu.
Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi Kreatif
Agustini menambahkan bahwa sektor film merupakan the new engine of growth bagi ekonomi nasional. Kehadiran film keluarga dengan bumbu sains dianggap sangat pas untuk mengisi waktu luang lintas generasi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi waktu yang penting bagi masyarakat untuk menikmati hiburan berkualitas bersama keluarga.




