URBANCITY.CO.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mencatatkan kenaikan volume penumpang yang cukup tajam menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 H.
Lonjakan ini disinyalir dipicu oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah pada 16–17 Maret 2026, yang memungkinkan masyarakat pulang kampung lebih awal.
Hingga 16 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket untuk periode keberangkatan 6–22 Maret 2026 telah menembus angka 278.530 tiket.
Realisasi penumpang pada periode awal mudik (6–15 Maret) tercatat mencapai 185.697 orang, naik 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026: PELNI Angkut 1.230 Penumpang Rute Balikpapan-Surabaya
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengungkapkan bahwa grafik keberangkatan menunjukkan lonjakan drastis pada 11 Maret 2026 dengan total 25.779 penumpang, melesat 54,9 persen secara tahunan.
“Kami melihat antusiasme mudik tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ditto.
Puncak Arus Mudik dan Rute Terpadat
Manajemen PELNI memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran). Pada hari tersebut, diperkirakan sebanyak 27.350 penumpang akan memadati kapal-kapal PELNI di berbagai pelabuhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan massal, PELNI menyiagakan total 751.550 tiket selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung hingga 6 April 2026. Sebaran penumpang diprediksi masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.
“Adapun rute-rute barat terutama Batam-Belawan, diprediksi menjadi rute terpadat tahun ini,” tambah Ditto.




