URBANCITY.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membenahi sistem pendataan sektor pariwisata nasional.
Langkah ini diambil guna mengatasi kendala jeda waktu rilis data Tourism Satellite Account (TSA) yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini lapangan.
Berdasarkan data TSA terbaru, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar 4,67 persen pada 2023.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa akurasi data TSA sangat krusial karena merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) kementeriannya.
Baca Juga: Wonderful Indonesia Tayang di TV Belanda: Kemenpar Targetkan 17,6 Juta Wisman Lewat Serial Baru
“Kontribusi PDB pariwisata merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama Kementerian Pariwisata. Karena itu, ketersediaan data TSA sangat penting dalam mengukur capaian kinerja sektor pariwisata,” kata Widiyanti dalam pertemuan daring dengan Kepala BPS, Senin, 16 Maret 2026.
Strategi Estimasi dan Survei Penumpang
Menyiasati time lag data sekitar dua tahun, Kemenpar melakukan estimasi sementara untuk tahun 2025 dengan proyeksi kontribusi sebesar 3,97 persen.
Angka ini dihitung melalui pendekatan sektor penyokong langsung seperti akomodasi, kuliner, dan transportasi udara.
Guna mempertajam akurasi, Kemenpar mendorong pelaksanaan Passenger Exit Survey (PES) di executive lounge bandara internasional. Survei ini penting untuk memotret pola pengeluaran wisatawan mancanegara (inbound tourism consumption).




