URBANCITY.CO.ID – Eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran mulai membayangi stabilitas industri asuransi umum di tanah air.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan atensi khusus terhadap potensi lonjakan biaya logistik dan gangguan rantai pasok global yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa ketegangan ini berpotensi meningkatkan profil risiko pada sejumlah lini usaha asuransi. Terganggunya jalur perdagangan internasional menjadi faktor pemicu utama.
“Ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi umum, antara lain melalui kenaikan biaya logistik, gangguan rantai pasok, serta volatilitas harga energi,” ujar Ogi Prastomiyono.
Baca Juga: Dari Layar Sinetron ke Kursi Ketua OJK: Jejak Mentereng Friderica Widyasari Dewi
Lini Usaha Paling Rentan
OJK memetakan beberapa sektor yang akan merasakan dampak langsung dari perselisihan bersenjata tersebut. Lini usaha yang berkaitan dengan aktivitas maritim dan infrastruktur energi dinilai paling terpapar risiko tinggi.
“Lini usaha yang relatif lebih terdampak antara lain marine cargo, property, dan energy on-shore, seiring meningkatnya eksposur risiko pada perdagangan dan transportasi global,” tambah Ogi.
Kondisi ini, menurut Ogi, berujung pada potensi penyesuaian premi asuransi di dalam negeri. Kenaikan harga reasuransi global dan meningkatnya persepsi risiko menjadi alasan kuat di balik proyeksi kenaikan beban polis bagi nasabah. Namun, Ogi memastikan bahwa penyesuaian tersebut tidak akan terjadi secara drastis.




