URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa, 31 Maret 2026.
Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh penjuru Indonesia.
Peluncuran ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara, di antaranya Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, hingga Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Pada tahun ini, pemerintah melakukan lompatan besar dengan meningkatkan kuota BSPS secara signifikan menjadi 400.000 unit, melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya berjumlah 45.000 unit. Di Provinsi Banten saja, alokasi meningkat dari 1.700 unit menjadi 5.000 unit.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Bidik Lahan Angkasa Pura di Senen untuk Rusun, Groundbreaking Mei
Digitalisasi dan Efisiensi Anggaran
Tak sekadar mengejar kuota, Kementerian PKP juga menyuntikkan inovasi digital dalam proses pengusulan, penetapan penerima, hingga pemantauan di lapangan.
Mekanisme pemilihan toko bangunan secara terbuka diklaim mampu mendorong efisiensi anggaran, di mana sisa penghematan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk tambahan material.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa BSPS memiliki efek domino yang kuat terhadap ekonomi kerakyatan melalui penciptaan lapangan kerja di daerah. Program BSPS tahun ini meningkat signifikan dan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia.




