URBANCITY.CO.ID – Pemadaman listrik massal (blackout) skala raksasa melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra.
PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa amblasnya pasokan setrum yang berdampak pada jutaan warga ini dipicu oleh ambruknya sistem transmisi utama akibat hantaman cuaca buruk di perbatasan provinsi.
Ambruknya urat nadi kelistrikan ini berdampak langsung pada kelangsungan aktivitas publik di Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, hingga merembet ke Riau dan Sumatra Barat.
Jaringan komunikasi dilaporkan timbul tenggelam, sementara sejumlah objek vital dan fasilitas kesehatan terpaksa bergantung pada genset darurat.
Baca Juga: Tembus 5.000 Unit SPKLU, PLN Resmikan Pusat Pengisian Daya Kendaraan Listrik Baru
Kronologi dan Efek Domino SUTT Muara Bungo
PLN meluruskan simpang siur penyebab padamnya interkoneksi antarpulau ini. Berdasarkan hasil audit teknis, gangguan awal terdeteksi pada sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275 kV koridor Muara Bungo–Sungai Rumbai yang berlokasi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Jalur transmisi ini merupakan tulang punggung (backbone) kelistrikan yang mengubungkan pasokan energi dari wilayah selatan menuju utara Sumatra.
Ketika menara transmisi utama ini dihantam cuaca ekstrem, terjadi ketidakseimbangan beban daya secara mendadak dalam hitungan milidetik.
Sistem proteksi otomatis korporasi langsung bekerja memutus aliran (trip) guna mengamankan mesin-mesin pembangkit dari kerusakan permanen. Akibatnya, terjadi efek domino yang meruntuhkan pasokan listrik di gardu-gardu induk provinsi tetangga.




