URBANCITY.CO.ID – Pemerintah tancap gas mempercepat transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih sehat dan kompetitif.
Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh proses pembenahan fundamental perusahaan pelat merah harus tuntas pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Dony usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya mengejar tenggat waktu, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan keuangan yang mendasar.
Baca Juga: Restrukturisasi Hampir Final, BUMN Karya Segera Masuk Fase Konsolidasi Tiga Kelompok
“Tahun ini kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Dan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai,” ujar Dony kepada awak media.
Raksasa Logistik Nasional dan Transformasi Kereta Api
Salah satu langkah radikal yang tengah disiapkan adalah konsolidasi besar-besaran di sektor logistik.
Pemerintah berencana menggabungkan 15 perusahaan pelat merah menjadi satu entitas logistik nasional yang besar. Langkah ini diprediksi akan diumumkan dalam waktu satu bulan ke depan.
“Insyaallah juga dalam satu bulan ini akan selesai. Akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional kita. Nah ini kita laporkan satu per satu,” jelas Dony.
Selain logistik, penguatan sektor transportasi publik menjadi prioritas. PT Kereta Api Indonesia (Persero) diarahkan untuk melakukan elektrifikasi jalur strategis seperti rute Jakarta–Rangkas, Jakarta–Cikampek, dan Jakarta–Sukabumi.




