URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menemui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk mematangkan kolaborasi strategis di bidang pendidikan vokasi.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri kreatif guna menekan angka pengangguran usia muda.
Teuku Riefky mengungkapkan bahwa sektor ekonomi kreatif kini telah melampaui target penyerapan tenaga kerja. Dari target awal 25,5 juta jiwa, saat ini sektor tersebut telah menampung 27,4 juta pekerja yang mayoritas merupakan generasi muda atau digital natives.
Saat ini, tenaga kerja sektor ekraf yang ditargetkan 25,5 juta jiwa sudah mencapai 27, 4 juta pekerja. Mereka mayoritas berasal dari generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan kreativitas (digital natives).
Baca Juga: Kemenekraf Dorong Industri Periklanan Indonesia Tembus Rantai Produksi Global di ADFEST 2026
“Dengan demikian, kami melihat ada peluang bagaimana mengurangi pengangguran dengan membekali tenaga pendidik yang kompetensinya terkait industri kreatif bisa didukung bersama,” ungkap Teuku Riefky di kantor Kemendikdasmen.
Modul Ajar dan Beasiswa Akselerasi
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang diteken pada November 2025. Ada dua poin krusial yang dibahas: pengembangan modul serta bahan ajar ekraf untuk SMK, dan program beasiswa sinergi akselerasi talenta unggul.
Pemerintah menargetkan adanya peningkatan kapasitas guru, sertifikasi siswa jalur vokasi, hingga pertukaran praktisi antara dunia industri dan sekolah.




