URBANCITY.CO.ID – Pemerintah memastikan implementasi sistem transaksi tol nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
Saat ini, proyek ambisius tersebut masih tertahan di tahap pra-uji coba yang difokuskan pada uji fungsi (functional test) guna memastikan keandalan sistem sebelum dilepas ke publik.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menegaskan bahwa penerapan MLFF merupakan bagian dari transformasi besar layanan jalan tol nasional yang menuntut ketelitian tinggi.
Menurutnya, transisi dari sistem kartu elektronik ke nirsentuh memerlukan kesiapan yang matang dari berbagai sisi.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Simak Jadwal dan Aturan Pembatasan Angkutan Barang di Jalan Tol dan Arteri
Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh.
“Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan dalam keterangan resminya, Senin, 20 April 2026.
Fokus pada Uji Fungsi
Wilan menjelaskan, fase pra-uji coba ini sangat krusial sebagai fondasi sebelum masuk ke tahap evaluasi menyeluruh.
Pemerintah ingin meminimalisir potensi kegagalan transaksi yang bisa memicu kemacetan di gerbang tol atau kerugian bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” jelasnya.




