URBANCITY.CO.ID – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK) tancap gas memperkuat ekosistem kawasan terpadu Balikpapan Superblock (BSB) sebagai mesin utama pendapatan perusahaan pada 2026.
Emiten properti ini fokus pada transformasi komposisi penyewa (tenant) serta percepatan proyek residensial guna menangkap peluang pasar di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Utama BSBK, Christopher Sumasto Tjia, menegaskan bahwa kunci pertumbuhan tahun ini terletak pada daya tarik kawasan seluas 14 hektare tersebut sebagai destinasi one stop living.
Penguatan fondasi bisnis dilakukan dengan menyeimbangkan porsi pendapatan berulang (recurring income) dan penjualan properti.
Baca Juga: Summarecon Mall Bekasi Operasikan SPKLU Terbesar di Indonesia, Kapasitas Capai 2,7 MVA
“Salah satu fokus utama adalah optimalisasi komposisi tenant,” ujar Christopher dalam paparan publik perseroan, Jumat, 24 April 2026.
Formula 50 Persen Anchor Tenant
Untuk menjaga stabilitas kunjungan, BSBK menerapkan strategi kurasi penyewa yang ketat di eWalk Mall dan Pentacity Shopping Venue. Perseroan menargetkan porsi anchor tenant mencapai 50 persen dari total luasan area sewa.
Sementara itu, kategori kuliner (food and beverage) dibatasi maksimal 25 persen untuk memberi ruang bagi tenant gaya hidup lainnya, seperti fesyen, wellness, hingga mainan anak.
Tak hanya mengandalkan ritel, BSBK menggenjot trafik melalui penyelenggaraan minimal empat acara tematik berskala besar setiap tahunnya.




