URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia melalui delegasi dagang memperkuat cengkeraman di pasar konstruksi Australia dengan berpartisipasi dalam Sydney Build Expo 2026.
Dalam ajang yang berlangsung di International Convention Centre (ICC) Sydney pada 29—30 April 2026 tersebut, perusahaan-perusahaan Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi fantastis senilai total USD 31 juta atau sekitar Rp500 miliar lebih.
Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam festival konstruksi terbesar di Australia ini bukan sekadar pameran, melainkan langkah strategis diplomasi ekonomi.
Partisipasi Indonesia dalam Sydney Build Expo 2026 mencerminkan komitmen kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Australia, khususnya di sektor konstruksi dan material bangunan.
Baca Juga: ASG Expo 2026: Agung Sedayu Gelar Pameran Properti Terbesar dan Rilis Ubud Residences
“Kami optimistis bahwa kehadiran perusahaan Indonesia pada ajang ini dapat membuka peluang kemitraan strategis,” ujar Siswo Pramono saat membuka stan delegasi Indonesia.
Tiga Raksasa Material Nasional
Delegasi Indonesia mengandalkan tiga perusahaan manufaktur unggulan yang membawa solusi konstruksi berkelanjutan:
PT Sumber Graha Sejahtera (Sampoerna Kayoe): Mengenalkan produk kayu olahan seperti plywood dan laminated veneer lumber (LVL). Perusahaan ini memimpin perolehan dengan potensi transaksi sebesar USD 12 juta.
PT RB Shera Solusi Bangunan Indonesia: Mengandalkan produk papan silikat inovatif merek RB SHERA. Hasil kolaborasi strategis dengan DBC Group ini mengamankan potensi transaksi senilai USD 10 juta.




