URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi sektor manufaktur melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pembangunan SDM yang adaptif dan produktif adalah kunci menjaga momentum pertumbuhan industri di tengah dinamika global.
Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Agus mengapresiasi kontribusi para pekerja sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas mencapai level tertinggi pada Agustus 2025, yakni sebanyak 20,26 juta orang.
Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang: Pendidikan Vokasi Fondasi Utama Cetak SDM Industri Kompeten
“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
Vokasi dan Sertifikasi Internasional
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin mengelola 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK. Pada 2025, unit pendidikan ini mencetak 5.472 lulusan siap kerja.
Tak hanya jago kandang, ratusan siswa meraih sertifikasi internasional dari lembaga bergengsi seperti Vapro (Belanda) dan Siemens (Jerman).
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa daya serap lulusan vokasi Kemenperin sangat tinggi.




