Baca Juga: Prioritas Presiden Prabowo, Kemenperin Buka Pendaftaran Vokasi JARVIS 2026
“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” tutur Doddy. Saat ini, alumni vokasi Kemenperin telah tersebar bekerja di 21 negara.
Strategi Reskilling dan Industri 4.0
Menghadapi era otomatisasi, Kemenperin gencar melakukan program reskilling dan upskilling. Melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, para pekerja didampingi untuk melakukan transformasi digital.
Selain itu, BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) guna memastikan standar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Program reskilling dan upskilling menjadi prioritas agar tenaga kerja kita tetap relevan dan kompetitif,” tegas Agus.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Fasilitasi SMK Vokasi Tembus Pasar Dunia Lewat ‘Business Matching’ Internasional
Kemenperin juga mendorong lahirnya wirausaha baru melalui Inkubator Bisnis di 7 Balai Diklat Industri (BDI). Tahun lalu, program ini membina 37 tenant yang berhasil mencetak omzet fantastis senilai Rp11,5 miliar.
Melalui kombinasi pendidikan vokasi, kelas industri internasional, dan inkubasi bisnis, pemerintah optimistis sektor manufaktur Indonesia akan semakin tangguh dan berdaya saing global. (*)






