URBANCITY.CO.ID – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mendapatkan suntikan likuiditas melalui fasilitas pinjaman bilateral dari pemegang saham pengendalinya, Kasikornbank Public Company Limited (KBANK).
Fasilitas pinjaman ini mencapai USD 285 juta atau setara nyaris Rp5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS.
Direktur Utama Bank Maspion, Kasemsri Charoensiddhi, menjelaskan bahwa fasilitas ini memiliki tenor hingga dua tahun sejak tanggal penarikan.
Adapun tingkat bunga yang disepakati berbasis Secured Overnight Financing Rate (SOFR) ditambah margin sesuai kondisi pasar.
Baca Juga:Â BI Ungkap Rp2.527 Triliun Kredit Perbankan Menganggur, Program PINISI 2026 Resmi Diluncurkan
“Penarikan fasilitas dilakukan secara bertahap,” ujar Kasemsri dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Realisasi Penarikan Capai USD 245 Juta
Hingga akhir April 2026, emiten bersandi saham BMAS ini telah merealisasikan penarikan sebesar USD 245 juta atau sekitar Rp4,24 triliun. Proses penarikan dana dilakukan dalam tiga tahap sebagai berikut:
- Tahap I: USD 100 juta pada 17 Maret 2026.
- Tahap II: USD 85 juta pada 27 Maret 2026.
- Tahap III: USD 60 juta pada 30 April 2026.
KBANK sendiri memegang kendali atas Bank Maspion melalui entitas anaknya, KASIKORN VISION FINANCIAL COMPANY PTE. LTD. (KVF).
Saat ini, kepemilikan saham mereka mencapai 86,03 persen saham atau setara dengan 89,48 persen dalam kelompok usaha.
Baca Juga:Â Kinerja BNI Kuartal I 2026: Laba Bersih Rp5,6 Triliun, Kredit Tumbuh 20 Persen Lewat Strategi BRAVE



