URBANCITY.CO.ID – Halaman parkir Kementerian Perdagangan berubah menjadi arena simfoni alam pada Minggu (3/5). Ratusan sangkar burung berbalut kain warna-warni memenuhi lokasi dalam gelaran “Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM”.
Namun, di balik keriuhan suara murai batu hingga branjangan, tersimpan urat nadi ekonomi kreatif yang bergerak masif.
Acara yang berlangsung tanpa sokongan dana APBN ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi antar-komunitas.
Dukungan ini terasa kian personal karena Menteri Perdagangan sendiri merupakan seorang pehobi burung, yang memahami bahwa setiap gantangan burung ikut menghidupi perajin sangkar lokal hingga produsen pakan.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Pacu Ekonomi Komunitas Lewat Festival Burung Berkicau dan Bazar UMKM
Ekosistem Mikro yang Saling Menguatkan
Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu merdu, melainkan pertemuan besar bagi perajin sangkar, peternak, dan produsen pakan.
Di tenda-tenda pameran, para pelaku usaha berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan pasar hobi yang dinamis.
Salah satu daya tarik utama adalah kehadiran booth Gold Coin, jenama pakan burung legendaris. Marketing Communication Assistant Manager Gold Coin, Rahardan Apriadji (Ardan), sibuk melayani antusiasme pengunjung yang luar biasa.
“(Acara) ini adalah event nasional yang langsung menyentuh pehobi. Di sini bukan hanya ada pengguna, tapi juga peternak, influencer, sampai pemerintah. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi,” ujar Ardan.
Baca Juga: Tiga Kementerian Bersinergi Entaskan Kemiskinan Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif




