URBANCITY.CO.ID – Industri Securities Crowdfunding (SCF) di Indonesia kini semakin krusial sebagai alternatif pembiayaan bagi UMKM dan sektor riil di tengah melambatnya ekonomi global.
Dalam ajang SCF Days 2026 di Bursa Efek Indonesia, para pelaku industri menegaskan bahwa tata kelola perusahaan (governance) yang kuat adalah fondasi utama untuk menjaga kepercayaan pemodal.
Meskipun IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat ke angka 3,1%, Indonesia diperkirakan tetap resilien di kisaran 4,9%–5,7%.
Kondisi ini menjadikan SCF sebagai instrumen investasi yang menarik karena berbasis pada proyek-proyek riil yang produktif.
Pertumbuhan Pesat Industri SCF
Data menunjukkan industri SCF mengalami lonjakan signifikan. Hingga April 2026, total penghimpunan dana telah menembus Rp2,1 triliun, naik dari Rp1,53 triliun pada Desember 2024. Jumlah penerbit pun meningkat 38% menjadi 1.115 entitas dengan dukungan lebih dari 198.000 pemodal.
Menariknya, instrumen syariah mendominasi pasar dengan kontribusi sebesar Rp1,14 triliun atau lebih dari separuh total pendanaan industri. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi Sukuk berbasis proyek.
Pentingnya Tata Kelola dan Transparansi
Heinrich Vincent, Wakil Ketua Umum I ALUDI sekaligus CEO Bizhare, menekankan bahwa pertumbuhan volume tidak boleh mengabaikan kualitas dan mitigasi risiko.




