URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan dukungan penuh atas kolaborasi strategis antara Bappenas dan raksasa kedirgantaraan global, Airbus SAS.
Kerja sama yang diresmikan melalui penandatanganan Joint Declaration of Intent di Jakarta, Rabu (6/5), diharapkan menjadi motor percepatan transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai langkah ini sangat tepat untuk memperkuat posisi manufaktur nasional di rantai pasok global.
Terlebih, industri pengolahan saat ini masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,07% terhadap PDB nasional pada Triwulan I-2026.
Baca Juga:Â Laporan Airbus: Pasar Pesawat Komersial Bakal Meningkat Pesat di Asia Pasifik
Pertumbuhan Manufaktur dan Potensi Pasar Udara
Sektor manufaktur menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan yang melampaui capaian tahun lalu.
“Industri Pengolahan pada Triwulan – I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,04%, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,55%,” ungkap Agus Gumiwang.
Menperin menyoroti prospek pasar penerbangan yang sangat besar, di mana Indonesia diproyeksikan menjadi pasar terbesar keempat dunia pada 2030.
Saat ini, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah membuktikan kapabilitasnya dengan memproduksi pesawat seperti N219 yang memiliki TKDN mencapai 44,69%.
Stimulus Bea Masuk 0% untuk Perawatan Pesawat
Baca Juga:Â Menpar Widiyanti Dorong Japan Airlines Buka Penerbangan Langsung ke Yogyakarta dan Bali




