Hilirisasi Buah Tropis, Kemenperin Dorong IKM Olah Komoditas Unggulan Jadi Produk Ekspor

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita memberikan penjelasan tentang pentingnya produk inovasi IKM pangan berbasis buah. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. Kemenperin)

URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat program hilirisasi industri dengan melibatkan peran aktif Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Melalui pengolahan buah tropis khas Indonesia, IKM didorong untuk menciptakan nilai tambah tinggi pada bahan baku domestik guna menembus pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menjadi modal utama untuk memproduksi pangan olahan modern yang berdaya saing.

Mengubah Buah Segar Menjadi Produk Bernilai Tambah

Menperin menyoroti potensi besar komoditas seperti pisang, mangga, dan nanas. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor buah segar, tetapi juga memetik keuntungan dari industri pengolahan.

Baca Juga: Hilirisasi Minyak Atsiri, Kemenperin Kembangkan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri.

“Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, khususnya IKM di berbagai sentra penghasil buah, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan menjadi produk pangan yang lebih beragam,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (11/5/2026).

Sebagai gambaran, produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton dengan nilai ekspor US$10,52 juta. Sementara itu, ekspor nanas olahan bahkan telah menembus angka US$316,1 juta dengan tujuan pasar Amerika Serikat hingga Tiongkok.

Pendampingan Teknologi dan Standar Internasional

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.