OJK Ajak Generasi Muda Waspadai Risiko Kripto, Transaksi Tembus Rp482 Triliun

Literasi Keuangan
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso saat memberikan materi kuliah umum literasi keuangan digital di UNS Solo. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. OJK)

URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu literasi keuangan digital bagi generasi muda guna menghadapi pesatnya tren investasi aset kripto dan tokenisasi aset.

Dalam kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Sebelas Maret (UNS), OJK menekankan pentingnya pemahaman risiko agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi emosional.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, mengungkapkan bahwa keberhasilan sektor keuangan digital tidak hanya bergantung pada teknologi dan regulasi, tetapi juga kualitas pemahaman penggunanya.

Pertumbuhan Masif Aset Kripto di Indonesia

Industri aset kripto di tanah air mencatatkan angka yang fantastis. Hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen aset kripto telah melampaui 21 juta akun. Sepanjang tahun 2025 saja, nilai transaksi perdagangan aset kripto menyentuh angka Rp482,23 triliun.

Baca Juga: Menambal Celah Literasi, MOJANG Hadir Bekali Gen Z dan Milenial Kelola Keuangan Digital

Peningkatan ini juga terlihat dari jumlah aset yang diperdagangkan, melonjak tajam dari 501 aset pada 2023 menjadi lebih dari 1.464 aset pada tahun 2026.

“Kami ingin menjadikan literasi keuangan digital sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pesatnya transformasi digital dan meningkatnya risiko keuangan,” ujar Adi Budiarso, Senin (11/5/2026).

Foto bersama usai memberikan kuliah umum-Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Sebelas Maret (UNS). (Foto: Urbancity/Pool/Dok.OJK)

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.