URBANCITY.CO.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu resmi mengoperasikan layanan drop tank untuk pertama kalinya di Pelabuhan Pulau Baai pada 8 Mei 2026.
Inovasi ini diawali dengan pemuatan komoditas Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) ke kapal MT SILKROAD 06 tujuan Jakarta dengan menggandeng PT Olein Sawit Lestari sebagai shipper.
Metode drop tank berfungsi sebagai penampungan sementara kargo curah cair dari truk sebelum dialirkan menggunakan pompa ke kapal.
Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kontrol, efektivitas, dan kecepatan operasional dibandingkan metode konvensional.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Cetak SDM Unggul Lewat Program HiPo Batch II untuk Perkuat Layanan Pelabuhan
Inovasi Efisiensi dan Produktivitas Pelabuhan
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa implementasi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kualitas operasional dan daya saing pelabuhan.
Menurutnya, hal itu sebagai upaya menghadirkan proses layanan curah cair yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Inovasi ini sebelumnya telah diterapkan di Pelabuhan Pangkal Balam dan kini mulai diimplementasikan di Bengkulu.
“Kami berharap inovasi ini dapat mendukung kelancaran logistik serta meningkatkan daya saing pelabuhan,” ujar Indra Hidayat Sani, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Kurangi Waktu Sandar Kapal (Port Stay)
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menjelaskan bahwa penggunaan sistem distribusi terintegrasi ini memungkinkan proses bongkar muat dilakukan lebih cepat. Hal ini berdampak langsung pada pengurangan waktu sandar kapal (port stay) di Pelabuhan Pulau Baai.




