URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui kolaborasi teknologi dengan raksasa jasa migas dunia, Halliburton.
Dalam pertemuan strategis di Houston, Amerika Serikat, kedua perusahaan menyepakati implementasi teknologi digital untuk mengoptimalkan operasional sektor hulu migas di Indonesia.
Kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat monetisasi sumber daya migas non-konvensional serta meningkatkan keekonomian multistage fracturing (MSF) pada reservoar dengan kompleksitas tinggi.
Fokus pada Optimalisasi Produksi dan AI
Pertamina menargetkan penggunaan model eksekusi yang telah terbukti di Amerika Serikat untuk diterapkan pada lapangan-lapangan migas di tanah air.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Melonjak Per 4 Mei, Dexlite Tembus Rp26.000
Selain itu, kedua pihak kini tengah menjajaki pemanfaatan agentic AI untuk interpretasi bawah permukaan dan pemodelan reservoar yang lebih akurat.
Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu.
“Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia,” ujar perwakilan Pertamina, Oki.
Komitmen Halliburton Tingkatkan Produksi Indonesia
Halliburton menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan kapabilitas terbaik dalam bidang fracturing dan production enhancement.
Baca Juga: Fundamental Kokoh, Saham Pertamina Group Tahan Banting di Tengah Fluktuasi Pasar Modal 2026




