URBANCITY.CO.ID – Emiten-emiten di bawah naungan Pertamina Group menunjukkan kekuatan fundamental yang solid di tengah tekanan hebat yang melanda pasar modal Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026.
Meski pasar domestik dihantam kombinasi gejolak geopolitik global dan domestik, kinerja operasional perusahaan pelat merah di sektor energi ini dinilai tetap resilien.
Ketidakpastian internasional memang sempat mendorong repricing risiko yang memengaruhi sentimen investor terhadap pasar Indonesia secara luas.
Namun, posisi sektor energi yang defensif serta peran strategis dalam ketahanan energi nasional membuat emiten seperti PGAS, ELSA, PGEO, dan TUGU tetap menjadi pilihan yang relatif aman.
Baca Juga: Pertamina Group Borong 41 Penghargaan Internasional Bidang CSR dan ESG Berkelanjutan
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa dinamika harga saham saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi risiko makro dibandingkan kondisi bisnis inti perusahaan.
Fluktuasi pasar modal saat ini lebih merefleksikan dinamika persepsi risiko global dan domestik, bukan penurunan fundamental perusahaan.
“Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan kekuatan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron dalam keterangannya.
Menang Melawan Arus IHSG
Berdasarkan data kuartal I 2026, saham-saham Pertamina Group mencatatkan resiliensi yang cukup baik dibandingkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).




