URBANCITY.CO.ID – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mempertegas komitmennya dalam mengimplementasikan pariwisata berkelanjutan.
Melalui pendekatan Protecting Nature, ITDC mengoptimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan The Nusa Dua, Bali, dan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah strategis ini menggabungkan ketahanan iklim, efisiensi energi, efisiensi air melalui konsep sirkular, hingga perlindungan keanekaragaman hayati dalam satu ekosistem pariwisata yang rendah karbon.
Daya Saing Wisata Berbasis Alam
Direktur Komersial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, menjelaskan bahwa RTH bukan sekadar elemen lanskap atau pemanis visual.
Baca Juga: ITDC Borong Dua Penghargaan BEMA 2026 Berkat Inovasi Pemasaran Destinasi Wisata
Area hijau ini merupakan bagian dari infrastruktur ekologis yang berkontribusi langsung pada pengendalian suhu dan kualitas udara kawasan.
Melalui pengembangan pengalaman wisata berbasis alam, seperti aktivitas outdoor, wellness, dan rekreasi di kawasan pesisir, RTH menjadi bagian penting dalam mendorong gaya hidup sehat, memperkuat koneksi manusia dengan alam, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh.
“Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen ITDC dalam menjaga keberlanjutan destinasi dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Febrina.
Nusa Dua Serap 16 Ribu Ton Karbon
Di kawasan The Nusa Dua, Bali, ITDC mengelola RTH seluas 97 hektare atau sekitar 27% dari total kawasan. Sebanyak 43 hektare di antaranya telah ditanami lebih dari 5.700 pohon dari 138 jenis vegetasi endemik.




