URBANCITY.CO.ID – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) terus mengakselerasi ekspansi bisnis properti dan hospitality di tengah dinamika ekonomi nasional.
Sepanjang tahun 2026, emiten berkode saham INPP ini telah mengoperasikan 25 unit bisnis yang mencakup pusat perbelanjaan, hotel premium, hingga proyek landed residential.
Sumber pendapatan berulang (recurring income) terbukti masih menjadi penopang utama keberlangsungan bisnis perusahaan dengan kontribusi signifikan pada laporan keuangan teranyar.
Rapor Keuangan dan Fokus Pemeliharaan Aset
Pada Kuartal I-2026, INPP sukses membukukan pendapatan sebesar Rp157 miliar dari segmen komersial, disusul pendapatan sektor hospitality sebesar Rp136 miliar, dan penjualan properti (property sales) senilai Rp34 miliar.
Baca Juga: Garap Banyak Proyek, INPP Anggarkan Belanja Modal Rp1 Triliun
Pada periode yang sama, EBITDA perseroan tercatat mencapai Rp101 miliar atau tumbuh sebesar 1 persen dibanding periode sebelumnya.
Direktur Keuangan INPP, Surina, menjelaskan bahwa portofolio terbaru perusahaan saat ini disokong oleh proyek Citadines Antasari, 23 Semarang, dan 88 Plaza Balikpapan. ”Lalu, 13 hotel dan enam proyek property sales,” tutur Surina, Direktur Keuangan INPP.
Dibandingkan bersikap agresif menambah proyek baru tanpa perhitungan matang, INPP memilih strategi memperkuat aset eksis yang kinerjanya stabil.
Salah satunya dengan melakukan renovasi estetika (beautification) dan peningkatan kapasitas operasional di FX Sudirman, Jakarta. ”Itu sebagai bagian dari persiapan kala kondisi ekonomi membaik nanti,” tegas Surina.




