URBANCITY.CO.ID – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) tancap gas mempercepat cetak biru infrastruktur The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah agresif ini dipacu oleh lonjakan iklim investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang sukses menembus angka Rp6,018 triliun.
Suntikan modal jumbo tersebut mengalir dari 27 korporasi domestik dan multinasional asal Singapura, Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Maroko.
Sektor bisnis yang digarap pun kian variatif, mulai dari hospitality, lifestyle tourism, mixed-use development, hingga ekosistem pendukung olahraga otomotif (motorsport).
Baca Juga: Ramadan 2026: ITDC Gelar Berkah Ramadan Seru di The Mandalika, Perkuat Hubungan Sosial
Okupansi Hotel Melonjak dan Serap 26 Ribu Tenaga Kerja
Ekosistem pariwisata yang terintegrasi ini terbukti ampuh memutar roda ekonomi lokal dengan menyerap 26.002 tenaga kerja.
Berdasarkan data pergerakan turis, sepanjang Januari hingga April, total kunjungan wisatawan ke The Mandalika melesat hingga 285.003 pengunjung.
Geliat ini otomatis mendongkrak rata-rata tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di dalam kawasan menjadi 44,57 persen, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tertahan di angka 41,55 persen.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa KEK Mandalika kini telah bertransformasi menjadi destinasi menetap dengan durasi tinggal (length of stay) yang lebih panjang, bukan lagi sekadar tempat singgah sesaat.



