URBANCITY.CO.ID – Menghadapi rangkaian libur panjang nasional pada pertengahan tahun 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat kesiapan layanan di sejumlah titik penyeberangan strategis.
Langkah antisipasi ini diambil seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen libur nasional yang berdekatan, mulai dari Idul Adha, Hari Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila.
Empat pelabuhan utama yang menjadi fokus penguatan layanan meliputi Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Langkah ini dilakukan agar arus perjalanan masyarakat sekaligus distribusi logistik tetap berlangsung aman, tertib, dan terkendali.
Baca Juga: Konektivitas Pulau Lancar, BUMN ASDP Kantongi Pendapatan Jumbo Rp4,96 Triliun
Tren Lonjakan Trafik Penumpang
Sepanjang Mei 2026, peningkatan trafik penumpang dan kendaraan sudah terlihat signifikan. Lintasan Merak–Bakauheni masih menjadi jalur tersibuk dengan lonjakan penumpang lebih dari 60 persen dan kendaraan di atas 40 persen dibandingkan hari normal.
Peningkatan pergerakan masyarakat juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan pertumbuhan arus keberangkatan hingga 36,1 persen, dipicu oleh perjalanan liburan dan aktivitas wisata domestik.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memastikan seluruh aspek operasional penyeberangan telah disiapkan secara menyeluruh.
“Kami terus memperkuat kesiapan layanan dan operasional di seluruh lintasan utama. Fokus kami bukan hanya menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang, tetapi juga memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Heru.




