URBANCITY.CO.ID – Menjaga urat nadi konektivitas lautan nusantara membutuhkan tangannya para pelaut yang tangguh dan andal.
Menyadari hal tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI bergerak taktis memperkuat regenerasi nakhoda dan awak kapal nasional melalui jemput bola ke berbagai sekolah serta kampus pelayaran unggulan di tanah air.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai maskapai pelayaran pelat merah terbesar, pelaut adalah napas utama bisnis mereka.
Data per April 2026 mencatat, dari total 4.304 pegawai PELNI, sebanyak 70 persen atau 3.009 orang merupakan pegawai laut yang bertaruh peluh di garis depan samudra. Sementara, 30 persen sisanya atau 1.295 orang mengisi pos pegawai darat.
Baca Juga: Lewat Program TJSL, PT PELNI Salurkan Hewan Kurban ke Berbagai Pelosok Indonesia
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengungkapkan bahwa gelombang kebutuhan tenaga pelaut baru saat ini masih sangat tinggi.
Hal ini demi menyokong operasional armada kapal penumpang subsidi (Public Service Obligasi/PSO) maupun kapal komersial non-PSO.
“Pemenuhannya dilakukan secara bertahap melalui rekrutmen terbuka, campus hiring, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan,” ujar Ditto.
Buka Peluang dari Fresh Graduate hingga Beasiswa
Sistem rekrutmen yang digelar PELNI kali ini dirancang sangat inklusif. Peluang karier dibuka lebar bagi para lulusan baru (fresh graduate), pelaut berpengalaman, hingga mahasiswa semester akhir yang dibidik lewat program beasiswa khusus.




