Tekan Impor 80 Persen, Kemenperin Pacu Hilirisasi Industri Susu Nasional

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong penerapan teknologi digital di Tempat Penerimaan Susu. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. Kemenperin)

URBANCITY.CO.ID – Ketergantungan industri pengolahan susu domestik terhadap pasokan luar negeri masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Memanfaatkan momentum Hari Susu Nusantara (HSN) 2026, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung tancap gas mempercepat program hilirisasi guna mendongkrak kualitas bahan baku lokal sekaligus mempererat kemitraan antara pabrik pengolahan dengan peternak sapi perah.

Langkah strategis ini dinilai mendesak. Berdasarkan data komparatif, kebutuhan bahan baku industri susu di tanah air saat ini mencapai 5 juta ton per tahun.

Sialnya, sebanyak 80 persen dari total kebutuhan raksasa tersebut terpaksa harus dipenuhi lewat keran impor lantaran produksi susu segar dalam negeri (SSDN) yang belum mencukupi.

Baca juga: Harga Emas Melonjak, Kemenperin Optimistis Industri Perhiasan Tetap Berkilau

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa komoditas susu memiliki peran sangat krusial dalam menyokong ketahanan pangan dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul lewat pemenuhan gizi seimbang.

“Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan,” ujar Menperin di Jakarta, dikuito Kamis (4/6).

Merujuk pada data World Population Review, angka konsumsi susu masyarakat Indonesia memang baru menyentuh kisaran 17,76 liter per kapita per tahun. Angka ini masih tertinggal jauh di belakang negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.