Modernisasi dan Digitalisasi 96 Pos Susu
Guna memotong rantai ketergantungan impor secara bertahap, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menekankan pentingnya membenahi sektor hulu.
Baca juga: Kemenperin Gandeng IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan pabrik pengolahan harus dipadukan dalam satu ekosistem yang produktif.
“Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem industri persusuan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” cetus Putu.
Sebagai bukti keseriusan, Kemenperin telah memodernisasi infrastruktur hulu melalui penyediaan unit pendingin (cooling unit) serta sistem digitalisasi di Tempat Penerimaan Susu (TPS).
Hingga tahun 2024, program digitalisasi berbasis aplikasi pemantauan pasokan ini telah sukses diterapkan di 96 TPS yang bernaung di bawah sembilan koperasi besar di Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah.
Diskon Mesin 35 Persen dan Stimulus MBG
Pemerintah juga menebar insentif menarik bagi pelaku usaha yang ingin memperbarui teknologi produksinya.
Baca juga: Kemenperin Tepis Isu Deindustrialisasi, Sebut Manufaktur RI Masih Bertaji
Lewat regulasi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024, pemerintah meluncurkan Program Restrukturisasi Mesin.
Aturan ini memberikan fasilitas pengembalian potongan biaya (reimbursement) hingga 35 persen untuk pembelian mesin baru bagi industri pengolahan, koperasi, maupun kelompok peternak mitra.
