URBANCITY.CO.ID – Bagi masyarakat di pedalaman Papua Barat, malam hari sering kali berarti sunyi dan gelap gulita.
Di Kabupaten Pegunungan Arfak, sebuah wilayah yang dikepung topografi ekstrem dan kabut tebal, urusan menyalakan lampu bukan perkara sepele. Namun, cerita miring soal ketimpangan energi itu perlahan mulai terkikis.
PT PLN (Persero) baru saja menuntaskan misi berat di kawasan tersebut. Sebanyak 1.396 rumah tangga yang tersebar di empat distrik—Minyambouw, Taige, Hingk, dan Anggi Gida—kini bisa bernapas lega. Mulai Kamis (4/6) lalu, wilayah mereka resmi menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh.
Sebuah lompatan besar bagi warga Distrik Minyambouw yang sebelumnya harus rela bergantian memakai listrik yang hanya menyala enam jam sehari, serta tiga distrik lain yang cuma kebagian jatah 12 jam.
Baca juga:Â Danantara Pangkas 44 Entitas Usaha PLN Jadi 23 Demi Efisiensi Operasional
Keberhasilan memotong rantai kegelapan ini merupakan buah dari Program Listrik Desa (Lisdes) yang dipadukan dengan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah. Walhasil, keluarga kurang mampu di atas gunung itu kini mendapat akses setrum secara cuma-cuma.
Paulus, salah seorang warga Distrik Minyambouw, tak dapat menyembunyikan rasa harunya atas perubahan besar di kampungnya.
“Kami sangat bersyukur. Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati oleh masyarakat,” ujar Paulus.
Apresiasi dari Senayan




