URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan terus mendorong transformasi pasar rakyat menjadi tempat belanja yang aman, bersih, dan nyaman.
Pemerintah ingin pasar tradisional memiliki daya saing kuat agar setara dengan ritel modern.
Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang, menegaskan peran vital pasar rakyat dalam struktur ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa kualitas pasar rakyat yang baik merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Baca juga: Kemendag Jamin Stok Bapok Aman Jelang Lebaran 2026: Pantau 550 Pasar Rakyat di Seluruh Indonesia
Pasar bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang penggerak bagi jutaan petani, nelayan, serta pelaku UMKM lokal.
Pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang ekonomi yang menopang kehidupan jutaan masyarakat, mulai dari pedagang, UMKM, petani, nelayan, hingga konsumen.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas pasar rakyat merupakan investasi jangka Panjang.
“Tujuannya untuk memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Moga.
Serap Tenaga Kerja 18 Persen
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor perdagangan berkontribusi besar terhadap perekonomian negara.
Baca juga: Mendag Budi Santoso: 91 Persen Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Beroperasi
Sektor ini menyerap tenaga kerja sebanyak 27,45 juta orang atau sekitar 18,73 persen dari total pekerja nasional.




