URBANCITY.CO.ID – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas, berhasil mengubah tumpukan limbah kelapa di Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi peluang ekonomi baru.
Perusahaan menjalankan program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) untuk mengolah 60 ton sampah kelapa setiap bulan menjadi cocopeat.
Serbuk halus dari sabut kelapa ini berfungsi sebagai campuran pakan ternak yang sangat efisien bagi peternak unggas lokal.
Program ini memangkas biaya pakan para peternak unggas di Lhoknga hingga 60 persen setiap bulannya.
Inisiatif tersebut sekaligus mengurangi emisi karbon sebanyak 34,8 ton CO₂ yang sebelumnya dihasilkan dari pembakaran sampah kelapa secara sembarangan.
Baca juga: SIG Hadirkan Beton MiniMix, Solusi Praktis Renovasi Rumah di Jalan Sempit
SIG menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) dalam mengoperasikan alat pengolah sampah serta memberikan pendampingan edukatif kepada masyarakat setempat.
Strategi Keberlanjutan Perusahaan
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa program Sakeladera mewujudkan komitmen perusahaan dalam pilar “Perlindungan terhadap Lingkungan” dan “Menciptakan Nilai untuk Komunitas”.
Strategi ini menjadi bagian integral dari Sustainability Roadmap SIG 2030 sebagai panduan operasional keberlanjutan.
Perusahaan terus mengintegrasikan indikator kinerja lingkungan ke dalam seluruh lini bisnis mereka demi memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
“Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG menjadi bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” kata Vita Mahreyni.




