URBANCITY.CO.ID — Kesadaran masyarakat urban terhadap pentingnya investasi sosial kini terwujud nyata dalam aksi tanggap bencana yang terintegrasi.
Menyikapi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), elemen masyarakat bergerak cepat membangun resiliensi wilayah terdampak.
Organisasi kepemudaan nasional, Pemuda Katolik, mengambil inisiatif strategis dengan mengerahkan 65 relawan terlatih menuju titik krusial di Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng guna mengamankan stabilitas sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi warga.
Tenaga profesional yang mencakup perawat, bidan, dan praktisi farmasi memperkuat formasi tim kemanusiaan ini.
Baca Juga: Gempa NTT Rusak 53.971 Rumah: Cek Risiko Investasi Properti dan Mitigasi
Kehadiran mereka memberi nilai tambah yang signifikan, mulai dari pemulihan fasilitas umum, manajemen dapur umum higienis, logistik terpadu, hingga pendampingan psikososial yang menjaga produktivitas masyarakat lokal.
“Ketika saudara-saudara kita di Flores membutuhkan pertolongan, kita harus hadir dan bergerak bersama. Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Gusma menegaskan bahwa mobilisasi sumber daya manusia ini merupakan langkah terukur untuk menjamin kebutuhan mendasar warga terpenuhi secara optimal.
“Justru dengan keberadaan relawan ini, mereka siap bantu warga, entah itu mendistribusikan bantuan, ada juga yang tenaga kesehatan, itulah fungsi kami disana ya untuk melayani,” jelas Gusma.




