URBANCITY.CO.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina Patra Niaga (PPN) terus memperkuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini membuahkan hasil positif karena distribusi BBM di Medan dan Binjai, Sumatera Utara, kini kembali normal.
BPH Migas dan PPN memantau langsung sejumlah SPBU di Medan dan Binjai selama dua hari terakhir. Hasilnya, antrean kendaraan mulai berkurang, dan pelayanan SPBU semakin membaik. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa pemerintah terus memastikan distribusi BBM berjalan lancar di wilayah tersebut.
“Hasil pemantauan titik-titik yang menjadi kerawanan distribusi antrean BBM Alhamdulillah sudah berjalan, terurai, dan normal,” ujar Wahyudi saat meninjau SPBU Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026).
Pihaknya memperkuat distribusi BBM dengan menambah armada bantuan (spot charter) serta menaikkan volume pasokan ke SPBU. Upaya ini menjaga ketersediaan stok agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Baca Juga : Blok Masela: Mesin Ekonomi Baru untuk Kemakmuran Indonesia Timur
“Masyarakat harap tenang, pasti Pertamina Patra Niaga ini sudah bergerak cepat (menjaga) suplai dan suplai BBM dinaikkan menjadi 120-125%,” ucap Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan bahwa BPH Migas dan PPN berkeliling memantau SPBU sepanjang hari Jumat dan Sabtu. Mereka mengecek kondisi fisik dan visual secara langsung dari pagi hingga malam hari.
Antrean di Binjai Berhasil Terurai
Antrean panjang yang sempat terjadi di Binjai kini sudah hilang sepenuhnya. Penguatan distribusi terus berlanjut hingga pasokan benar-benar stabil.
“Kami tadi pagi juga berkunjung di Binjai yang menjadi topik di media sosial, antrean sebelumnya mencapai 1 kilometer lebih, tadi pagi sudah tidak ada antrean. Artinya, pengiriman BBM dari Pertamina Patra Niaga ini sudah mulai kuat dan masyarakat dilayani dengan kondisi normal,” jelasnya.
Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga, Sunardi, menyatakan hal serupa. Pihaknya mempercepat distribusi sejak Kamis (16/7/2026) malam. Mereka menaikkan penyaluran BBM ke SPBU dari 112 persen menjadi di atas 120 persen dari target harian.
“Supaya memang recovery (pemulihan) suplai di SPBU segera berjalan normal dan stok di SPBU tersedia,” jelasnya.
Sunardi menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat armada distribusi agar pasokan tetap terjaga. Langkah konkret ini mencegah antrean panjang terulang kembali di masa mendatang.
Masyarakat mulai merasakan dampak positif dari pemulihan tersebut. Fandy (39), seorang pengemudi ojek daring, mengaku bahwa pengisian BBM di SPBU langganannya kini sudah lancar setelah sempat mengantre selama tiga hari.
“Lancar, Pak. Kemarin ikut antre lah, Pak, sampai malam. Hari ini lancar. Terima kasih untuk Pertamina dan Pemerintah, BBM di Binjai sudah lancar,” ujarnya.
Fiter Carlo (63), pengemudi becak motor, turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pasokan BBM setelah hari-hari sebelumnya mengalami kesulitan.
“Terima kasih buat Pemerintah Indonesia yang telah memberikan fasilitas minyak (BBM) jadi lancar kembali,” pungkasnya.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho beserta perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan turut mendampingi pemantauan di lapangan.




