URBANCITY.CO.ID – Pemerintah secara resmi mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pilar utama dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar.
Anda kini menyaksikan langkah progresif di mana putra daerah tidak hanya menjadi penonton.
Tetapi juga menjadi aktor utama dalam pengoperasian proyek energi berskala internasional ini.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM secara proaktif membekali talenta lokal dengan pendidikan vokasi di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas.
Langkah itu bertujuan untuk memastikan kesiapan mereka mengisi posisi profesional.
Transformasi keterampilan ini membuka pintu lebar bagi masyarakat Maluku untuk meningkatkan taraf hidup.
Baca juga: Mega Proyek Masela Resmi Dimulai: Fondasi Energi Baru dan Transformasi Ekonomi Indonesia
Sekaligus menjadi tenaga ahli yang kompetitif di industri minyak dan gas bumi.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sebagian anak (daerah) sudah dikirim untuk sekolah di Cepu.
Yakni di Akademi Migas milik (Kementerian) ESDM (Politeknik Energi dan Mineral Akamigas).
“Dan mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela (Proyek LNG Abadi Masela),” katanya.
Akselerasi Ekonomi melalui Peluang Kerja dan Bisnis
Proyek LNG Abadi Masela diproyeksi menyerap hingga 12 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi.
Bahkan, berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja pendukung bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah memprioritaskan putra daerah dalam setiap tahapan perekrutan professional.




