URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian menggalakkan transformasi digital sektor manufaktur nasional.
Tujuannya, memperkuat daya saing ekonomi di tengah dinamika global yang serba cepat.
Anda menyaksikan bagaimana adopsi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) kini menjadi keharusan mutlak bagi pelaku industri.
Sehingga, mampu mendongkrak efisiensi dan produktivitas harian.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui fasilitas Proof of Concept (PoC) solusi industri 4.0 pada sektor farmasi yang menjadi salah satu pilar utama peta jalan Making Indonesia 4.0.
Investasi pada teknologi cerdas ini tidak hanya mengoptimalkan operasional pabrik, tetapi juga mengubah lanskap bisnis modern menjadi lebih tangguh dan adaptif.
Baca juga:Â Melampaui Batas Finansial: Mengukur Ketangguhan Industri Pembiayaan di Era Urban 2026
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa akselerasi transformasi digital dan adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi pilihan.
“Melainkan keharusan untuk mendongkrak efisiensi dan daya saing global sektor kimia dan farmasi kita,” ujarnya.
Implementasi Sistem SIAT di Kalbe Farma
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui PIDI 4.0 memfasilitasi penerapan teknologi System Invariant Analytics Technology (SIAT).
Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara NEC Indonesia dan Bogor Technology di PT Kalbe Farma Tbk.
Baca juga:Â Strategi Kemenperin: Buka Akses Pasar Eurasia Melalui Kerja Sama dengan Azerbaijan



