URBANCITY.co.id – Sekolah Alam Pangrango mengambil langkah strategis dalam memaksimalkan potensi wisata lokal dengan melatih siswanya menjadi pemandu wisata (tour guide) di kawasan Curug Cikaracak. Inisiatif edukatif ini dirancang untuk membekali siswa SMP dan SMK yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja kebun dengan keterampilan praktis, sekaligus merespons tingginya kunjungan turis mancanegara ke wilayah tersebut.

Program pemberdayaan ini diimplementasikan secara terpusat melalui fasilitas edukasi bernama Saung Inggris. “Kita coba berikan pembekalan menjadi tour guide melalui Saung Inggris. Jadi tour guide-nya itu tidak cuma dalam bahasa Indonesia, tapi dalam bahasa Inggris,” jelas Wakil Kepala Sekolah Alam Pangrango, Nur Afifah. Pembekalan ini mencakup keterampilan memandu rute perjalanan hingga cara menjelaskan tata cara pembayaran tiket masuk wisata secara terstruktur kepada turis asing.
Lebih dari sekadar pelatihan bahasa, program ini dirancang sebagai intervensi langsung untuk mengatasi kendala psikologis para siswa. Praktik berhadapan dengan wisatawan mancanegara menjadi metode efektif untuk perlahan menumbuhkan keberanian mereka.
Kehadiran inisiatif Saung Inggris turut menawarkan solusi kemandirian ekonomi yang lebih aman dan edukatif. Sebelumnya, kondisi ekonomi menengah ke bawah kerap mendorong sebagian siswa mencari pendapatan dengan cara menambang pasir di sungai, sebuah aktivitas yang berisiko menjauhkan mereka dari pendidikan. Melalui peran sebagai pemandu wisata, siswa kini memiliki jalur alternatif untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan ekosistem pembelajaran.




