URBANCITY.CO.ID – Hunian vertikal semakin menjadi pilihan strategis untuk menjawab tantangan kota modern. Selain mampu mengatasi keterbatasan lahan, konsep ini juga menawarkan efisiensi infrastruktur, mobilitas yang lebih baik, serta peluang investasi properti yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat urban.
Hunian Vertikal Ciptakan Kota Berkelanjutan
Pakar perumahan dan permukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar mengungkapkan hunian vertikal merupakan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.
“Kalau secara sistem bangunan, secara tata ruang kota, bangunan vertikal itu memang salah satu bentuk dari konsep perumahan dan pemukiman yang berkelanjutan, atau kota-kota yang berkelanjutan,” ujar Jehansyah saat Jakarta, Selasa 2/7.
Menurutnya, pembangunan hunian vertikal mampu mengurangi penggunaan lahan secara berlebihan sekaligus menekan fenomena urban sprawl atau penyebaran kawasan perkotaan yang tidak terkendali. Pendekatan ini membuat pengembangan kota menjadi lebih terarah, efisien, dan ramah lingkungan.
“Bangunan vertikal ini atau disebut juga konsepnya compact housing. Ini akan membuat penggunaan infrastruktur kota, tata ruang kota lebih efisien seperti mengurangi kemacetan,” katanya.
Dengan konsep compact housing, masyarakat urban juga memperoleh keuntungan berupa akses yang lebih dekat ke pusat aktivitas, waktu tempuh yang lebih singkat, serta biaya mobilitas yang lebih efisien. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan dan prospek investasi properti jangka panjang.




