URBANCITY.CO.ID – Lanskap bisnis perkotaan kini menuntut pemanfaatan ruang komersial yang adaptif, produktif, dan bernilai tinggi bagi pelaku usaha.
PT Graha Sarana Duta atau TelkomProperty menangkap momentum tersebut dengan mengakselerasi optimalisasi portofolio properti di bawah naungan TelkomGroup guna memperkuat efisiensi operasional sekaligus melipatgandakan nilai investasi.
Langkah strategis ini mencakup pengelolaan 3.010 unit aset di titik-titik krusial Nusantara. Manajemen berhasil mengaktifkan separuh dari total aset tersebut ke dalam portofolio produktif yang menopang gaya hidup serta aktivitas bisnis perkotaan.
Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengatakan, perusahaan juga membuka peluang pemanfaatan aset kepada berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal.
Baca Juga: Telkom Dorong Kolaborasi Kampus: Amankan AI dan Siber Era Kuantum
Perusahaan menjalankan skema kolaborasi Business to Business (B2B) secara proporsional dan profesional demi memastikan pertumbuhan timbal balik.
Korporasi memadukan kepatuhan tata kelola dengan prinsip penciptaan nilai (value creation) agar setiap meter persegi ruang memberi kontribusi finansial maksimal.
Peluang Kemitraan Komersial Graha Merah Putih
Anak usaha TelkomProperty, PT Telkom Landmark Tower (TLT), memperluas akses bagi korporasi dan mitra eksternal yang membidik ruang kerja premium di Graha Merah Putih (GMP). Gedung ikonik ini menawarkan fleksibilitas ruang kerja terpadu di tengah dinamika sentra bisnis ibu kota.
Baca Juga: Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun dan Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun Tahun Ini
Direktur Utama TLT Suratman mengatakan, optimalisasi aset telah menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan dalam menjalankan strategi leveraging asset.
“Sebagai salah satu entitas pengelola aset proper di lingkungan TelkomGroup, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan dalam proses bisnis kami. Tentunya, kami akan selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup maupun mitra dan tenan eksternal lainnya dengan maksimal.”
Sinergi Strategis Badan Gizi Nasional di Kawasan Perkantoran
Badan Gizi Nasional (BGN) melirik potensi Graha Merah Putih untuk menunjang kebutuhan ruang kerja institusional yang modern dan terintegrasi.
Baca Juga: Siasat Telkom Kuasai Pasar Digital Lewat Peluncuran Platform Raksasa AIcosystem
Penjajakan sewa ruang ini mencerminkan tingginya daya tarik gedung perkantoran milik TelkomGroup bagi entitas publik maupun korporat.
Manajemen mengawal proses negosiasi secara terukur tanpa mengesampingkan kenyamanan mitra dan tenan yang telah beroperasi lebih dulu di gedung tersebut.
“Rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur,” tutup Suratman.
Transformasi Berkelanjutan Ekosistem Properti Urban
Baca Juga: Telkom Lewat Bumi Berseru Fest Ajak Anak Muda Tarakan Selamatkan Bekantan dan Hutan Mangrove
Inisiatif penyelarasan aset ini mempercepat langkah konsolidasi bisnis TelkomGroup dalam menghadirkan ruang komersial yang relevan dengan kebutuhan perkotaan modern.
Transformasi tersebut membuka ruang pertumbuhan baru bagi investor sekaligus memperkokoh posisi TelkomProperty sebagai pemain kunci di sektor manajemen properti nasional.




