URBANCITY.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan mengancam stabilitas ekosistem, nilai investasi hijau, serta kenyamanan gaya hidup masyarakat perkotaan.
Personel Satuan Brigade Mobil Polda Kalteng terus memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Tim Satgas Aman Nusa II Polda Kalteng mengamankan kawasan konservasi berkelas dunia ini selama 10 hari penuh guna melindungi aset ekowisata premium dari risiko kerugian valuasi lingkungan.
Petugas menembus medan berat dengan berjalan kaki sejauh 3,7 kilometer menuju titik api demi memastikan kualitas udara tetap aman bagi mobilitas publik.
Baca Juga:Â Krisis Asap Karhutla, BMKG Catat Kualitas Udara 3 Daerah Masuk Level Berbahaya
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengapresiasi dedikasi personel yang pantang menyerah menjaga kawasan vital tersebut.
“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, kerja keras, dan kepedulian bersama. Saya mengapresiasi semangat personel yang tetap berupaya menjangkau lokasi kebakaran, meskipun harus berjalan kaki sejauh 3,7 kilometer,” ungkap Iwan, Minggu (11/10/2026).
Pencegahan karhutla secara langsung melindungi kelangsungan ekonomi berbasis alam dan reputasi pariwisata berkelanjutan Indonesia di mata investor global.
“Masyarakat kami minta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Baca Juga:Â Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut Masih Mampu Tangani
Penebalan Pasukan Jamin Keamanan Iklim Usaha Daerah
Kepolisian mempertebal pengamanan lingkungan dengan mendatangkan 200 personel Brimob Polda Nusa Tenggara Barat dan 10 tenaga medis Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri pada Sabtu (17/10/2026).
Langkah strategis ini mempercepat pemulihan ruang hidup sehat sekaligus menjamin keberlangsungan roda ekonomi di enam sentra urban Kalimantan Tengah.
Polda Kalteng menempatkan pasukan tambahan di Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur.
Baca Juga:Â Karhutla Barito Selatan Mengancam: Kabut Asap, Rantai Pasok, dan Risiko Investasi
“Atas perintah Bapak Kapolri, hari ini Polda Kalteng menerima 200 personel Brimob dari Polda NTB dan 10 personel Pusdokkes Polri untuk mengoptimalkan upaya penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalteng,” ujar Iwan, Sabtu (17/10/2026).
Hujan mulai membasahi beberapa wilayah, namun aparat tetap mewaspadai risiko bara api gambut yang dapat mengganggu produktivitas warga kota.
Satgas memprioritaskan metode pembasahan intensif agar lapisan gambut tidak memicu kabut asap baru yang merugikan sektor properti dan komersial.
“Luasnya lahan yang terbakar membutuhkan cukup banyak personel untuk melakukan pembasahan. Walaupun api utama sudah berhasil dipadamkan, ketika angin cukup kencang masih ada beberapa titik yang kembali memunculkan api,” jelasnya.
Baca Juga:Â Akses Tanggap Karhutla Palangka Raya Pacu Perlindungan Aset Kawasan
Aparat memfokuskan pembasahan pada titik strategis seperti Jalan Tjilik Riwut Km 21, Km 23, Km 39 Palangka Raya, serta koridor logistik Tumbang Nusa Pulang Pisau.
Proteksi Kesehatan Menopang Produktivitas Warga Urban
Polda Kalteng menghadirkan dukungan fasilitas medis terpadu guna memastikan kesehatan masyarakat komuter tetap prima di tengah potensi paparan asap.
Tim Pusdokkes Polri mendirikan posko layanan kesehatan dan fasilitas rumah oksigen untuk mendukung kebugaran fisik warga perkotaan.
Baca Juga:Â Titik Api Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Melonjak, BNPB Siaga Penuh
Sinergi pemadaman fisik dan proteksi kesehatan ini menciptakan rasa aman bagi para pelaku usaha, wisatawan, dan komunitas urban setempat.
“Dengan tambahan personel pemadam dan dukungan layanan kesehatan tersebut, penanganan karhutla di Kalteng diharapkan semakin optimal, terutama dalam mencegah munculnya kembali titik api di tengah kondisi lahan gambut yang masih membutuhkan pembasahan,” pungkasnya.




