URBANCITY.CO.ID –Â Tiga media asing menyoroti gejolak pasar saham Indonesia pada Senin, 19 Oktober 2026. Pasalnya, Morgan Stanley Capital International atau MSCI membuka peluang penurunan status pasar modal Indonesia. MSCI mengkaji peralihan klasifikasi pasar berkembang menjadi pasar mandiri.
Kabar tersebut langsung memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Data Antara mencatat IHSG merosot 223,23 poin ke level 4.961,88 pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks LQ45 ikut terperosok 28,06 poin ke posisi 480,50.
IHSG Ambles ke Titik Terendah Enam Tahun
Reuters mengulas kejatuhan bursa saham domestik lewat laporan khusus. Laporan tersebut berjudul “Indonesia stock exchange to meet MSCI on Monday, seeking clarification on downgrade warning”. Reuters menyebut peringatan MSCI memicu aksi jual besar-besaran di lantai bursa.
IHSG bahkan ambles sekitar lima persen hingga menyentuh titik terendah dalam enam tahun. Penurunan tajam berlanjut usai IHSG mencatat hari perdagangan terburuk sejak 1998 pada Jumat pekan lalu. Bahkan, kapitalisasi pasar modal menyusut hingga 65 miliar dollar AS dalam sehari perdagangan.
Baca Juga :Â Antisipasi Downgrade MSCI, Dasco Datangi BEI dan Minta Perbaikan Bursa Saham
MSCI menyoroti indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi dan lemahnya penegakan aturan bursa. Status baru berisiko mendepak saham Indonesia dari portofolio investasi pasif global bernilai jumbo. Oleh karena itu, pengelola BEI menggelar pertemuan darurat bersama perwakilan MSCI pada Senin. Selain itu, otoritas bursa memangkas batas penurunan harga harian saham menjadi tujuh persen.




